Blog-Ku Ep: 14 | "Jalan Pagi" part 2

November 22, 2025
"Jalan Pagi" : Olahraga IYA Wisata IYA


Hari ini aku mau menulis blog lagi tentang jalan-jalan baruku part ke 2, anggap saja ini “curhat petualangan” serba-serbi, sebelum dan sesudah perjalanan pagiku ini.

Jujur saja, aku tipe yang kalau ada kegiatan diluar rumah seperti jalan-jalan maupun olahraga itu harus dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Gunanya ya biar lebih mudah, terarah dan bisa menyusun plan A/B. Contohnya kalau rencana ini gagal, saya bisa langsung mengisinya dengan plan lain yang sifatnya lebih ke menguntungkan diri sendiri seperti produktif ke menulis blog, edit foto yang tidak melibatkan orang lain.

Di part 1, hal yang paling ingin ku tandai pada aktivitas "Jalan Pagi" yaitu masalah persiapan. Entah itu persiapan Fisik, mental bahkan ke printilan outfit yang perlu dipersiapkan lebih baik lagi. 

Fisik: Waktu itu, jujur saja aku bukan orang yang rutin olahraga. Minimal banget pengalaman olahragaku dengan bantuan aplikasi hp yang bisa dilakukan sendiri di rumah dengan menggunakan matras.

​Mental: Dari awal seharusnya aku tanamkan "you can do it, ayo tuntaskan supaya bisa lihat air terjun, kapan lagi kesini" agar terpacu mental kita. Jangan keseringan bilang "duh, maaf ya kalau lama. Pasti aku jadi beban nih buat kalian".

Printilan: Outfit lumayan berpengaruh, prinsipnya pakai pakaian yang nyaman buatmu agar tidak mempengaruhi langkah kakimu. Pada part 2 ini, sepatuku baru karena kan sebelumnya jebol. Tapi serius deh, beli sepatu ternyata bisa memotivasi kita agar lebih sering olahraga. Inilah awal aku lebih semangat olahraga pagi, main badminton, senam bahkan sampai ikut trekking. Kamu bisa banget bandingkan penampilan part 1 sama part kali ini, penutup kepala, baju, celana, jacket, sepatu sampai tas. 

Catatan: tidak wajib kalian beli ini sih, kebetulan aku beli sesuai fungsi dan bisa dipakai lagi di kegiatan lainnya tidak hanya untuk olahraga. Seperti penutup kepala, sepatu, jacket dan tas, semua itu bisa digunakan kembali ketika kerja dan liburan.

Persiapan Sebelum Berangkat
Awalnya, aku memang ada rencana untuk trekking lagi setelah satu tahun lalu itu. Kegiatan yang membekas tentunya akan  diceritakan ke teman terdekat dan merekomendasikannya. 

Rencana awal, akan ku pastikan ajak Dila (Teman kuliah yang di part 1 ada) lagi, Ulya (teman dekat di rumah) plus Maul (Teman kuliah juga tapi belum pernah trekking) agar tambah ramai. Pertemuan ini sebagai tempat dan wadah ketiga temanku bertemu, tentunya supaya nanti diaktivitas lainnya bisa berbarengan lagi hahaha kan seru.

Untuk masalah tempat destinasi, aku banyak bertanya ke Dila soalnya dia sudah banyak mengikuti aktivitas seperti ini. Sedangkan aku, Ulya dan Maul masih terbilang newbie. Kenyataannya banyak rencana yang akan dilakukan pada hari H berbeda, seperti Dila yang tidak bisa ikut karena kesehatan.

Tempat yang dipilih Dila langsung menarik perhatianku, katanya di sana ada curug (air terjun), kolam pemandian air panas, meskipun yang saya utamakan itu tentunya trekking yang rutenya tidak terlalu susah. Ibaratnya kita dapat jackpot, olahraga IYA tempat wisata juga IYA. Cocok untuk healing tentunya, didukung dengan suasana yang masih alami dan cuaca yang agak mendukung.

Agak mendukung, karena di waktu musim hujan ini berbanding terbalik seperti tahun lalu pada musim kemarau. Tahun lalu, badan saya bercucuran keringat tapi kali ini angin sepoi-sepoi, air sungai mengalir deras dan banyak bau lembab tanah rasanya tidak terlalu berat. Maka dari itu persiapan kali ini, lebih proper dan agak lebih yaitu membawa jas hujan. Takutnya diatas sana hujan, sedia payung sebelum hujan teman-teman.

Hari H — Perjalanan
Aku berangkat bersama Ulya dari rumah sekitar jam 7 pagi, sedangkan Maul bersama 2 teman lainnya (namanya Ade dan Salsa) *kita baru berkenalan* mungkin sekitar jam 6. Kita bertemu dipertengahan, meskipun perlu ± 5 km lagi untuk sampai ke tempat tujuan.

Perjalanan sekitar ±2 jam karena baru pertama kali kesana jadi masih mengandalkan gmaps, Ulya yang menyetir sedangkan aku memegang kendali gmaps dan menunjukkan jalannya. Keduanya pressure nya tinggi ya, karena aku masih pemula buat nyetir motor terus agak takut baca jalan lewat gmaps. Takut apa? Ya takut nyasar hahahaha.

Kita maksudnya Saya dan Ulya, terbuka serta percaya petunjuk dari gmaps + percaya insting jadi sampai tujuan sekitar ±10 menit dari tempat pertengahan tadi ketika bertemu maul dan temannya. Sedangkan Maul tipe yang kurang percaya ke gmaps, jadi dia pakai metode bertanya ke warga sekitar. Aku dan Ulya nunggu lama tau maull (pesan buat maul wkwkwkkw).

Setelah semuanya sampai, ada Saya, Ulya, Maul, Ade dan Salsa yang tidak langsung naik ke atas tentunya kita berfoto dulu, supaya bisa liat tampilan kita sebelum dan sesudah trekking disini. 



Ada momen saat kami melewati tepi jurang, ada beberapa ekor monyet yang sesekali meringis (seperti sedang melihat mangsanya). Deep down dalam hati takut lompat dan mencakar, karena didalam tas yang aku bawa ada pisang takutnya mereka memang mencium bau makanan yang tersembunyi.

Eksplorasi
Destinasi kali ini menurut saya paket lengkap, bisa trekking, hiking, camping, merasakan nuansa sauna tanpa atap (air panas maksudnya) dan melihat langsung air terjun. 

1. Trekking dan hiking
Tujuan utama saya tentunya merasakan trekking di lingkungan yang hijau dan sehat yang bisa memanjakan mata tentunya. 

Sebenarnya dari awal pintu masuk sampai loket tiket mungkin sekitar 1 km itu gratis tanpa membayar uang, kamu yang ingin kesini dengan tujuan trekking saja bisa dengan gratis dengan catatan (destinasi lain seperti, air terjun dan air panas) tidak bisa kamu nikmati. Ketika saya bertemu monyet tadi ada di rute trekking yang gratis ini, jalannya pun masih terbilang mudah apalagi spot dan pemandangan yang indah. 

Ini dia beberapa foto yang diabadikan bersama teman-teman:

Destinasi selanjutnya bisa kalian nikmati setelah membayar tiket di loket masuk setelah rute trekking sebelumnya. Untuk harga tiketnya beragam, seperti:



Untuk sampai ke destinasi selanjutnya, masih perlu berjalan lagi. Ada yang menanjak, turun, naik tangga lagi, ada Savana juga yang lumayan luas cocok buat jadi spot foto bareng teman-teman. Setelah melewati itu semua, destinasi (2,3,4) ada di satu tempat yang sama. Capek berjalan pun sehabis itu teredam, karena nuansa yang healing banget.

2. Pengamatan Satwa
Karena kawasan ini dikelola pemerintah dan keanekaragaman alam. Ada flora dan fauna yang bisa kita jumpai disepanjang perjalanan ini. Kita bisa melihat keterangan berbagai flora yang ada, hal ini sangat cocok bagi pelajar yang ikut dalam kegiatan ini. Olahraga IYA Wisata IYA dan Belajar juga IYA.

3. Pemandian Air Panas  
Setelah perjalanan yang lumayan panjang dan banyak rintangan nya, harus naik dan turun *mode dramatis*. Akhirnya kita tiba di satu tempat yang memiliki spot banyak, saya lihat ada kolam pemandian air panas, sungai yang mengalir deras, camping ground yang dilengkapi musholla bahkan cafe mini pun ada. Terlihat seadanya yang dibangun dengan tenda + kursi camping yang ternyata bisa menghasilkan cuan juga dalam area camping ini.

Pada area ini, saya tidak sempat berendam dalam kolam air panas dikarenakan ini bukan tujuan saya dan teman-teman. Walaupun begitu, saya mencoba untuk cek sendiri menggunakan jari saya apakah benar kondisi airnya panas dan yap benar panas/hangat cocok bagi yang ingin berleha-leha menghempaskan rasa capai setelah berjalan kaki yang lumayan ini. Untuk berendam pasti harus bawa persiapan yang lebih dari ini, bawa pakaian ganti juga.

4. Camping Ground
Di area yang sama dengan kolam air panas, ada juga camping ground yang cocok bagi para organisasi sekolah ataupun umum untuk bermalam disini karena luas. Sedangkan kami rehat sebentar disini, sekedar untuk istirahat dan makan sebelum naik lagi ke atas dimana ada air terjun.

Karena kami melakukan aktivitas ini di weekend yang ternyata cukup ramai, tapi tidak terlalu penuh. Jadi, saya tidak terlalu takut akan hal-hal yang tidak mengenakan. Menurut saya ramai lebih baik dibandingkan sepi, ya meskipun kalau kita berfoto agak malu juga untuk bergaya.

Di camping ground ini tersedia beberapa gazebo untuk beristirahat, kami sempatkan naik ke gazebo untuk makan, istirahat, duduk-duduk, tidur sejenak dan foto suasana sekitar. Setelah istirahat kami melanjutkan perjalanan menuju air terjun, let's gow....

5. Air Terjun
Rute jalan menuju air terjun sama seperti perjalanan sebelumnya, kita menyusuri jalan disamping sungai yang mengalir. Kadang menurun, terkadang menanjak, ketika hampir sampai di tempat air terjun suasananya agak terasa berbeda dari lokasi yang sebelumnya. 

Selain menyusuri sungai yang mengalir, ternyata sebelum sampai ke air terjun dibawahnya dikelilingi kolam pemandian air panas juga. Ada sekitar ±2 kolam, dan 1 gazebo. Weekend memang ramai, dibandingkan ketika di camping ground ternyata lebih ramai di air terjun. Banyak yang mandi di kolam pemandian air panasnya, ada juga yang berfoto ria, beristirahat di gazebo, ada yang sekedar melihat suasana hutan sampai mengantri untuk berfoto di tepat air terjun langsung. Yang memerlukan keberanian lebih, karena bukan tanah tapi bebatuan yang perlu saya lewati harus ekstra waspada karena rawan tergelincir untuk bisa berfoto tepat dibawah air terjunnya langsung.


6. Bermain di Air Sungai Dingin
Setelah mengabadikan momen di air terjun, kami merasa cukup dan turun kembali ke camping ground. Karena terdapat sungai kecil, kami menyempatkan beristirahat sebentar, berfoto dan merasakan dinginnya air sungai ini. 

Mungkin karena sudah musim hujan, jadi keadaan sungai airnya mengalir sangat deras, juga dingin. Saya turun ke sungai dan duduk di bebatuan yang besar ditengahnya, agak sedikit takut ya karena airnya deras sekali jadi pikiran penuh dengan kehati-hatian dan was-was.




Setelah merasa cukup dan jam sudah tepat diwaktu estimasi yang saya catat "jam pulang" jadi tidak perlu berlama-lama kita gas pulang ke rumah. Sebelum berpisah dengan Maul dan teman-temannya, saya sempatkan berfoto lagi. Semoga di lain waktu kita bisa melakukan aktivitas trekking lagi ya. Babai.....

Momen Paling Berkesan
  1. Ketika di jalur trekking, saya melihat seekor monyet. Jujur aja ini pertama kalinya saya melihat seekor monyet yang di hutan lepas jadi agak takut tiba-tiba menyerang.
  2. ​Camping ground, agak shock ternyata ketika diatas ada dataran luas yang disekitarnya ada gazebo, kolam pemandian, mushola di satu tempat yang sama.
  3. ​Air terjun, pokoknya pada waktu itu saya menanamkan pikiran "kalau bukan sekarang, kapan lagi?" dan optimis naik ke atas untuk berfoto, meskipun takut ketinggian karena jalan licin dan takut jatuh.
  4. Tak disangka ketika turun dari lokasi, mulai gerimis dan jalanan menurun banget. Pokoknya was-was tergelincir, sesampainya di jalan raya hujan deras sekali. Saya dan Ulya menyempatkan berteduh di masjid terdekat untuk beribadah dan istirahat.


Trekking kali ini tidak secapek di part 1, mungkin karena di musim hujan kali ya jadi disepanjang jalan badan saya terasa ringan dan tidak berkeringat. Badan sih biasa aja ketika diatas bukit, tapi jeng jeng jeng ketika berteduh di masjid ini mulai kerasa sensasi tegang di sekitar kaki dan tangan. Setidaknya hujan ini meredakan psikis dan meringankan bawaan hahaha. Karena banyak bekal yang belum habis, saya dan Ulya menghabiskan makanan. Bahkan Ulya ditengah-tengah hujan membeli bakso yang bapak penjualnya sama-sama berteduh dalam masjid.

Tips
  1. Gunakan alas kaki yang nyaman, bawa sendal dan pakai sepatu outdoor. Karena di part 1, sepatu saya jebol jadi bawa sendal juga.
  2. Bawa air minum cukup, 2 botol minum sudah cukuplah ya dan makanan lainnya.
  3. Waktu yang pas, di musim hujan pada pagi hari menurut saya pas. Tapi hanya cukup 2/3 jam saja, karena sorenya kadang turun hujan dan sisa waktu buat perjalanan pulang.
  4. Baju ganti, yang ingin berendam di pemandian air panas. Tapi kalau kebanyakan beban takut ga efisien.
  5. Bawa jas hujan, lihat musim sih. Karena di bulan 11 sudah masuk musim hujan jadi ini barang wajib.
  6. Uang tunai, meski mungkin ada fasilitas, pembayaran tiket dan parkir sering lebih mudah kalau pakai cash.
  7. Jaga kebersihan, buang sampah pada tempatnya. Setidaknya siapkan plastik untuk sampah kita dan nanti dibawa turun kembali olah kita, dibuangnya juga ketika kita turun.

(Foto sebelum dan sesudah trekking)

Setelah hampir dekat dengan rumah, kita jajan lagi. Rasa menyegarkan ketika makan cilok kuah setelah hujan ini, begitu teman-teman tulisan blog yang berisi perjalanan ku trekking. Semoga kita bisa bertemu ditulisan selanjutnya, bye..bye...

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.